Dear friends
Aku punya sharing yg bagus dari seorang teman nih:
Sembuh Karena Mengampuni
Pada tahun 1999, tanpa sebab yang jelas, Nurmaisi mengalami sakit di pergelangan tangan kanannya, yang disebut Prematoitarthritis yaitu peradangan sendi. Menurut dokter penyakitnya tidak bisa disembuhkan dan harus minum obat seumur hidup. Dari hasil pemeriksaan dokter ditemukan bahwa terjadi gangguan sistem kekebalan tubuh, atau disebut auto imun disease yang menyerang bagian sendi pergelangan tangannya. Sejak itu aktivitas Nurmaisi menjadi terganggu, tangan kanannya tidak lagi berfungsi, dan harus mengandalkan tangan kiri.
Numaisi: Saya sangat frustasi dan depresi, saya merasa hidup tidak berarti, sampe akhirnya saya merasa pengen mati saja. Selain tangan saya sakit, waktu itu saya juga didiagnosa hampir ada kanker, dikatakan itu kanker ovarium.Tekanan yang dialami Nurmaisi membuatnya menjadi sensitif dan mudah tersinggung terhadap orang-orang di sekitarnya.Nurmaisi: Selain itu, uang untuk berobatpun tidak ada, sehingga membuat saya bertanya-tanya, apa sebenarnya yang salah...40 tahun silam, Nurmaisi kecil sangat dekat dengan ayahnya. Sang ayah selalu membuatnya bahagia. Namun ada sesuatu yang membuat kebahagiaan Nurmaisi berubah menjadi kesedihan. Nurmaisi: Papa saya sakit jiwa, tapi dia cuma menganggu orang, merusak enggak. Dia cuma banyak ngomong, kemana-mana dia ngomong terus. Tetangga-tetangga saya menganggap bapak saya nggak normal. Satu hal yang paling menyedihkan itu waktu saya melihat saudara-saudara dekat bapak saya melakukan sesuatu yang sangat kejam. Waktu bapak saya sedang mengalami gangguan jiwa, mereka beramai-ramai mengangkat bapak saya, menenggelamkan kepalanya ke dalam bak mandi besar di dekat rumah, dan bapak dipaksa menelan air sebanyak-banyaknya. Sebenarnya saya ingin menolong bapak, tapi saya tidak berdaya. Saya hanya menangis saja. Dan itu berkali-kali saya lihat.
Peristiwa masa lalu itu, ternyata menjadi jawaban atas penyakit yang dideritanya. Nurmaisi dibawa Tuhan mengingat kembali masa kecilnya itu.Nurmaisi: Ditunjukkan bagaimana saya di situ, bagaimana amarah saya waktu itu, bencinya saya... Tuhan bilang kamu belum ampuni orang-orang yang sudah menyiksa papamu... Sendirian saya mengingat wajah-wajah mereka yang telah berbuat kejam pada bapak... Walaupun banyak dari antara mereka yang sudah almarhum, tidak mudah untuk mengampuni, karena saya masih ingat bagaimana sakitnya perlakuan mereka itu. Dan untuk mengampuni mereka, saya harus mengakui bahwa saya telah terluka karena perlakuan mereka. Walaupun tidak mudah, Nurmaisi sadar bahwa dia harus membuat satu keputusan, keputusan untuk melepaskan pengampunan, tidak hanya terhadap orang-orang di masa lalunya, tapi juga orang-orang terdekat yang ikut mengalami dampak dari kekecewaannya itu.
Nurmaisi: Tenyata Tuhan mau menyembuhkan saya dari banyak luka di hati saya dari masa lalu.Keputusan Nurmaisi ternyata membawa dampak lain yang tidak diduga. Setelah 4 tahun mengalami penderitaan di tangannya, mukjizat kesembuhan terjadi. Vonis dokter ternyata tidak terbukti. Tangan kanannya kini kembali berfungsi. Nurmaisi: Saya nggak tahu bagaimana itu sembuhnya, tapi yang saya tahu Tuhan telah sembuhkan hati saya lebih dulu, baru tangan saya. Bagi Tuhan ternyata jauh lebih penting kesembuhan di hati dari segala sakit hati, kecewa, marah, benci, daripada kesembuhan tangan ini. Saya nggak pernah mengira kalau dengan saya mengampuni orang, akhirnya menyembuhkan tangan saya juga.(fis)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar